Cuaca Sumatera

Diperbarui 16.01 WIB · Sumber Open-Meteo
Medan
28°
⛅ Berawan
Padang
25°
🌦 Gerimis
Pekanbaru
28°
🌦 Hujan lokal
Palembang
34°
🌦 Gerimis ringan
Banda Aceh
28°
🌦 Gerimis lebat
Batam
31°
⛅ Berawan
Bandar Lampung
30°
⛅ Berawan
Dakoga TV › Internasional › Berita
Internasional

Dari Pasaman Barat ke Turki, Alhuda Nasution Wakili Indonesia di MÜSİAD EXPO 2026

Alhuda Nasution, anak muda asal Pasaman Barat, Sumatera Barat, saat menghadiri MÜSİAD EXPO 2026 di İstanbul Fuar Merkezi, Istanbul, Turki, Rabu (23/9/2026).

ISTANBUL, Dakoga TV – Anak muda asal Pasaman Barat, Sumatera Barat, Alhuda Nasution, menghadiri dan mewakili Indonesia di MÜSİAD EXPO 2026, pameran perdagangan internasional yang berlangsung di İstanbul Fuar Merkezi, Istanbul, Turki, 23–26 September 2026.

MÜSİAD EXPO merupakan forum perdagangan internasional yang mempertemukan pelaku usaha, investor, buyer dan jaringan bisnis dari berbagai negara. Pameran tahun ini mencakup sejumlah sektor, di antaranya konstruksi, tekstil dan pakaian jadi, produk makanan, minuman, mesin serta peralatan industri.

Bagi Ketua Indonesia Entrepreneur Club (IEC) Sumbar ini, kehadiran di forum untuk memperluas wawasan dan jejaring bisnis internasional. Berangkat dari Pasaman Barat, ia kini berada di tengah forum yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai negara.

Forum perdagangan internasional seperti MÜSİAD EXPO juga menunjukkan besarnya peluang produk-produk Indonesia untuk menembus pasar global serta membuka peluang terjadinya business to business (B2B) serta komunikasi antara pelaku usaha dari berbagai negara.

“Kita dari Indonesia membawa produk UMKM dan ekonomi kreatif yang memiliki potensi pasar internasional, mulai dari kopi, madu hutan, gula aren, batik, tenun hingga berbagai produk makanan dan kerajinan daerah. Sementara negara lain juga membawa produk-produk mereka,” ujarnya saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (23/09/2026)

Bagi mantan Ketua HIPMI Pasaman Barat ini, pengalaman menghadiri forum internasional tersebut tidak hanya menjadi kesempatan membangun jejaring, tetapi juga membuka wawasan mengenai bagaimana produk lokal dari daerah dapat dikembangkan agar memiliki akses ke pasar global.

Berita Selanjutnya Kerap Memicu Konflik, Kantah Padang Panjang Ungkap Penyebab Sengketa Tanah
›

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *