Busuknya Politik Orde Baru, Desa Harus Menang Golongan Karya 100% (Sejarah) - Dakoga TV

Lebih dari Sekadar Televisi

Dakoga tv

LEBIH DARI SEKEDAR TV

What's Hot

Recent News

Subscribe to our newsletter for real-time updates on new articles, tips, and exclusive insights.

[contact-form-7 id="a4b0165" title="Contact form 1_copy"]

Just In

Business

- Advertisement -

Technology

Dua Jari Kaki Affendi Diamputasi, Keluarga Pertanyakan Laporan Kecelakaan di Harau

Lima Puluh Kota – Keluarga Affendi (53), warga Jorong Harau, Kenagarian Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, mempertanyakan laporan yang mencatat kecelakaan yang dialaminya sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal. Akibat kecelakaan tersebut, Affendi mengalami luka berat pada bagian kaki kanan hingga harus menjalani operasi. Kondisi luka yang cukup parah menyebabkan dua jari kaki korban […]

Recent News

Dua Jari Kaki Affendi Diamputasi, Keluarga Pertanyakan Laporan Kecelakaan di Harau

Lima Puluh Kota – Keluarga Affendi (53), warga Jorong Harau, Kenagarian Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, mempertanyakan laporan yang mencatat kecelakaan yang dialaminya sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal. Akibat kecelakaan tersebut, Affendi mengalami luka berat pada bagian kaki kanan hingga harus menjalani operasi. Kondisi luka yang cukup parah menyebabkan dua jari kaki korban […]
Read more

Masyarakat 50 Kota Ucapkan Terima Kasih kepada H. Arisal Aziz dan Indah Group atas Bantuan Sapi Qurban

Limapuluh Kota – Masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota bersama pengurus harian DPD PAN 50 Kota menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada H. Arisal Aziz, Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi PAN sekaligus Ketua DPW PAN Sumatera Barat, atas bantuan sapi qurban yang kembali diberikan kepada masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota pada momentum Hari Raya Idul Adha […]
Read more

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Busuknya Politik Orde Baru, Desa Harus Menang Golongan Karya 100% (Sejarah)

Table of Content

Oleh Labai Korok

Dakoga.tv – Pemilu terakhir era orde baru, satu desa dimintak oleh kader Golongan Karya (Golkar) senior harus, wajib menang 100%, nah baru pembangunan di Desa Kita bisa terwujud. Kalau tidak menang Golkar 100%, maka jangan harap ada pembangunan kampung Kito.

Kalimat diatas terjadi disaat Penulis hadir rapat rahasia di umah Kepala Desa, dini hari, tanggal 27 Mei 1997, saat itu peserta yang hadir, semua panitia pemilihan, Kepala Dusun, ninik mamak, ulama, cadiak pandai, dan Penulis juga hadir selaku generasi muda, karena Penulis sudah menjabat sekretaris umum karang taruna Desa.

Saat Penulis hadir rapat rahasia tersebut, Penulis merupakan kader golongan karya (Golkar) termuda di Desa itu, satu-satunya yang paling muda dari kader yang ada di Desa tersebut.

Itu pengalaman yang tidak bisa dilupakan, disitu Penulis tahu bagaimana cara melakukan kecurangan agar golongan karya bisa menang mutlak di desa kami. Tapi sewaktu Penulis ikut pemilu tidak pernah Penulis tiru pengalaman yang berharga itu karena haram dalam partai yang Penulis terlibat.

Sampai hari ini, pemilu 1997 tersebut, Penulis masih ingat bagaimana cara memenangkan golongan karya di Desa Kita, rapat rahasia malam itu rinci arahan, dijelaskan dan dibahas bagai mana melakukan kecurangan. Jika Penulis ingat keadaan rapat rahasia malam tersebut seperti rapat yang diadakan Aidit di lubang buaya saat pemberontak PKI.

Kata kunci, target golongan karya harus menang mutlak di Desa ini, semua strategi kecurangan dipaparkan, dikasih panduan, disuruh yang hadir mengingat dan melakukan saat pencoblosan, akhirnya dengan semua pola kecurangan dilakukan, benar Desa kami Golkar menang 98%, nomor dua PPP, suara terahir didapat oleh PDI sebayak 3 suara.

Seusia Penulis ini, umur 48 tahun, tidak akan ada warga negara Indonesia yang terlibat ikut merumuskan melakukan kecurangan pemilu, ikut mengalami betapa brutalnya kecurangan pemilu diera orde baru itu, terkhusus di wilayah pemerintahan terbawah yaitu Desa.

Waktu itu doktrin yang ada yaitu penguasa (Golkar) harus menang mutlak, andaikan tidak menang maka Desa Kita ini tidak akan pernah dibangun jalan, jembatan dan pasilitas lain, itu penyampaian kader golongan karya senior yang merupakan aparat sipil pemerintah di kementerian agam.

Waktu itu Penulis tidak kenal politik, yang kenal dari para senior itu, hanya satu yaitu menang Golkar maka pembangunan desa akan terjadi, kita punya jalan bagus, jembatan dibuat, sekolah makin baik, hidup senang, dan lainnya.

Dalam catatan Penulis setelah Penulis masuk perguruan tinggi, maka Penulis sadar pola pemilu 1997 tersebut adalah pola kecurangan pemilu yang tidak beradap dalam demokrasi yang dijunjung tinggi di dunia.

Jika dilarikan ke agama Islam bahwa pola pemilihan umum seperti tahun 1997 itu, adalah pemilihan umum yang masuk katagori haram karena penguasa hari itu, mulai dari posisi tinggi sampai posisi tingkat Desa dan Dusun, di pola agar curang dan Soeharto yang berkuasa hari itu tetap berkuasa sampai mati.

Pertanyaannya sekarang, menantu Soeharto yang jadi presiden ini akan kah melanjutkan pola Soeharto, yang semua lini harus kembali ke pola kekuasaan Orde Baru.

Bersambung

Dakoga TV

hendri@malakatech.com http://www.dakoga.tv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent News

Trending News

Editor's Picks

Dua Jari Kaki Affendi Diamputasi, Keluarga Pertanyakan Laporan Kecelakaan di Harau

Lima Puluh Kota – Keluarga Affendi (53), warga Jorong Harau, Kenagarian Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, mempertanyakan laporan yang mencatat kecelakaan yang dialaminya sebagai kecelakaan lalu lintas tunggal. Akibat kecelakaan tersebut, Affendi mengalami luka berat pada bagian kaki kanan hingga harus menjalani operasi. Kondisi luka yang cukup parah menyebabkan dua jari kaki korban […]

Masyarakat 50 Kota Ucapkan Terima Kasih kepada H. Arisal Aziz dan Indah Group atas Bantuan Sapi Qurban

Limapuluh Kota – Masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota bersama pengurus harian DPD PAN 50 Kota menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada H. Arisal Aziz, Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi PAN sekaligus Ketua DPW PAN Sumatera Barat, atas bantuan sapi qurban yang kembali diberikan kepada masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota pada momentum Hari Raya Idul Adha […]

Kurban PAN Sumbar Menyasar Sejumlah Daerah, Limapuluh Kota Menjadi Salah Satu Penerima

Limapuluh Kota – Momentum Hari Raya Idul adha menjadi ajang memperkuat nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama. Melalui program kurban yang digelar di sejumlah DPD PAN se-Sumatera Barat, Kabupaten Limapuluh Kota menjadi salah satu daerah penerima bantuan sapi kurban untuk masyarakat. Pengurus Harian DPD PAN Kabupaten Limapuluh Kota menyampaikan apresiasi dan ucapan terima […]

Dakoga TV merupakan unit media di bawah naungan Dakoga Corp yang bergerak di bidang produksi konten, peliputan, dan media digital untuk mendukung kebutuhan informasi, dokumentasi, dan promosi secara profesional.

Popular Categories

Must Read

©2024- All Right Reserved. Copyright by Dakoga Corp.