Terengganu, Malaysia, Dakoga TV — Pemerintah Negeri Terengganu mengukuhkan komitmennya dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism / CBT). Sebanyak 30 pengusaha produk pariwisata komunitas resmi menerima penghargaan dalam penutupan Kursus Pemantapan Pelancongan Berasaskan Komuniti (KPPBK) 2026.
Pelatihan intensif selama tiga hari tersebut berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Dewan Telepok, Kompleks Museum Negeri Terengganu, dengan melibatkan peserta aktif dari seluruh daerah di Terengganu.
Kegiatan ini bertujuan untuk merealisasikan target pemerintah Terengganu 2027 untuk pencapaian kunjungan hingga 15 juta wisatawan dengan perkiraan perputaran ekonomi mencapai RM 3,3 miliar atau 14,19 triliun Rupiah.
Penyerahan sertifikat dan plakat diserahterimakan oleh Pengarah Jabatan Pelancongan Negeri Terengganu (Dinas Pariwisata Negeri Terengganu), YM Dato’ Tengku Muhammad Ariffin bin Tengku A. Rahman, yang hadir mewakili Pengerusi Jawatankuasa Pelancongan, Kebudayaan, Alam Sekitar dan Perubahan Iklim Negeri, Yang Berhormat Dato’ Razali bin Idris.
Dalam keterangannya, YM Dato’ Tengku menyampaikan bahwa kursus ini dirancang khusus untuk melatih para pelaku usaha lokal agar mahir dalam tata kelola bisnis dasar, komunikasi, penyusunan paket wisata, hingga strategi promosi digital.
“KPPBK merupakan program pariwisata berbasis komunitas pertama di Wilayah Timur Semenanjung yang memiliki modul pelatihan komprehensif. Inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah negeri untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam pembangunan ekonomi sekaligus membangun daya tahan sosial,” ujar Dato’ Tengku, Sabtu (17/10/2026).
Langkah ini juga menjadi persiapan strategis dalam menyambut agenda besar Visit Truly Terengganu 2027 dan Visit Malaysia 2026–2027. Beberapa destinasi CBT unggulan seperti di Kemaman, Setiu, dan Kuala Terengganu diproyeksikan menjadi percontohan sukses integrasi ekonomi lokal dan pelestarian warisan budaya.

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.