Solok, Dakoga TV — Bencana air bah atau galodo yang membawa material batu besar dan kayu meluluhlantakkan wilayah Kayu Aro, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Musibah ini menyisakan duka mendalam bagi para penyintas, salah satunya Lija Murni dan keluarganya.
Rumah yang ditempati Lija bersama keluarganya hancur diterjang material galodo hingga tidak layak lagi dihuni. Tak hanya kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian utama keluarganya ikut terputus setelah gerobak bakso bakar milik sang suami hancur tersapu aliran lumpur.
“Saat ini Ibu Lija tinggal di rumah kontrakan sementara. Gerobak bakso bakar milik suami Ibu Lija pun hancur diterjang aliran lumpur, semua seragam sekolah anak hanyut tak dapat diselamatkan,” kata Ketua MDMC Sumatera Barat, Portito, dalam keterangannya, Selasa (29/09/2026).
Lija merupakan seorang ibu rumah tangga dengan dua putri yang masih belia, yaitu Lathifa Adli Ramadhani (8) yang duduk di kelas 2 SD, serta Delisha Adlilatus Tsani (6) murid Taman Kanak-Kanak (TK). Seluruh perlengkapan sekolah kedua anaknya lenyap terbawa arus air bah.
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumbar mencatat sejumlah bantuan fisik dan modal usaha mendesak yang sangat dibutuhkan keluarga Lija saat ini yaitu gerobak bakso bakar untuk memulihkan sumber pencaharian keluarga. Selain itu juga seragam SD dan seragam TK senilai Rp 700.000.
Portito mengimbau masyarakat dan para dermawan untuk saling mengulurkan tangan guna membantu mempercepat pemulihan para korban galodo di wilayah Solok.
“Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban keluarga Ibu Lija dan mengembalikan senyum anak-anaknya agar bisa kembali bersekolah,” pungkas Portito.
Kisah Pilu Lija Korban Galodo Solok: Rumah Hancur, Gerobak Bakso Suami Hanyut
Berita Selanjutnya
Zigo Rolanda Terpilih Jadi Ketua Umum DPP AMPI di Munas X 2026
›

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.