Dakoga TV › Sumbar › Berita
Sumbar

Kisah Warga Kampung Apa Dua Kali Diterjang Banjir Bandang dalam 11 Bulan, 6 Warga Meninggal Dunia

Kisah Warga Kampung Apa Dua Kali Diterjang Banjir Bandang dalam 11 Bulan, 6 Warga Meninggal Dunia

Padang, Dakoga TV — Duka warga Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto, Kota Padang, kembali berulang. Belum genap satu tahun pascabencana galodo November 2025 lalu, pemukiman yang berada di sepanjang aliran Sungai Air Dingin tersebut kembali diterjang banjir bandang pada Sabtu (10/10/2026).

Di tengah duka dan trauma warga yang harus berulang kali mengungsi, muncul fakta bahwa alat Sistem Peringatan Dini atau Early Warning System (EWS) yang terpasang di lokasi dilaporkan tidak berbunyi saat debit air sungai meluap drastis.

Hal tersebut terungkap saat perbincangan antara Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Sumatera Barat dengan Ketua RT 03 Kampung Apa, usai pendistribusian sarapan makanan siap saji bagi warga terdampak pada Selasa (13/10/2026) pagi.

Ibu RT 03 Kampung Apa menceritakan betapa beratnya beban psikologis warga yang harus menghadapi bencana berulang di lokasi yang sama dalam kurun waktu 11 bulan. Daerah ini menyimpan trauma mendalam mengingat pada galodo November 2025 lalu, terdapat enam warga yang hanyut diterjang arus. Empat di antaranya ditemukan meninggal dunia, sementara dua lainnya hilang dan belum ditemukan hingga kini.

“Ketika banjir bandang kemarin datang, alat EWS yang dipasang di lokasi sama sekali tidak berbunyi,” ungkap Ibu RT 03 di tepi aliran Sungai Air Dingin.

Menanggapi keluhan dan kondisi warga di lapangan, Ketua MDMC Sumatera Barat, Portito, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur dan sistem mitigasi bencana di wilayah rawan.

“Kami di MDMC Sumbar sangat merasakan apa yang dialami oleh Ibu RT 03 dan seluruh warga Kampung Apa. Menghadapi bencana berulang dalam jangka waktu kurang dari satu tahun tentu membawa beban psikologis dan fisik yang sangat berat bagi masyarakat,” ujar Portito.

Ia menegaskan bahwa temuan tidak berfungsinya EWS saat bencana terjadi harus menjadi perhatian mendesak bagi instansi terkait.

“Catatan penting dari Ibu RT mengenai alat EWS yang tidak berfungsi saat kejadian kemarin menjadi bahan evaluasi kritikal bagi kita semua. Sistem peringatan dini adalah benteng pertama keselamatan jiwa warga. Fenomena ini perlu segera mendapat perhatian serius dari pihak-pihak terkait agar alat mitigasi teknis benar-benar berfungsi optimal di saat darurat,” tegasnya.

Portito juga mengapresiasi ketangguhan pengurus RT setempat yang terus sigap mendampingi warganya di tengah situasi sulit. Pihaknya memastikan MDMC Sumbar akan terus mendampingi warga Kampung Apa, baik selama masa tanggap darurat maupun tahap pemulihan pascabencana.

Berita Selanjutnya BRI Cabang Solok Perkuat Hubungan Kelembagaan dengan Rutan Muara Labuh
›

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *