Dakoga TV › Sports › Berita
Sports

Analisis Pakar FIK UNP: Ada Apa di Balik Maraknya Instansi Menggelar Iven Lari?

Pakar Olahraga sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Pringgo Mardesia.

Padang, Dakoga TV — Fenomena menjamurnya penyelenggaraan iven lari yang digelar oleh berbagai instansi pemerintahan, perusahaan swasta, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belakangan ini menarik perhatian publik.

Tidak sekadar ajang olahraga biasa, tingginya frekuensi kegiatan ini ternyata menyimpan efisiensi dan daya tarik tersendiri dari sudut pandang manajerial maupun sosial.

Pakar Olahraga sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Pringgo Mardesia, mengungkapkan analisis di balik maraknya instansi menggelar ajang lari tersebut.

Menurut Pringgo, alasan utama banyak organisasi memilih event lari adalah efisiensi operasional dan fleksibilitas aturan. Berbeda dengan turnamen olahraga beregu atau bela diri yang membutuhkan regulasi ketat serta sarana khusus, olahraga lari jauh lebih simpel.

“Aturannya tidak banyak dan lebih simpel. Penyelenggara biasanya hanya perlu mengurus izin sterilisasi jalan saja, tanpa perlu tensi tinggi seperti pada pertandingan kompetitif lainnya. Hal ini membuat biaya penyelenggaraan event jauh lebih murah,” ujarnya, Senin (19/10/2026).

Di sisi peserta, tingginya peminat lari juga didorong oleh pergeseran budaya gaya hidup dan kebutuhan aktualisasi diri. Dr. Pringgo menilai ada unsur flexing atau pemenuhan gengsi sosial yang ramah bagi semua kalangan.

“Ajang ini ada unsur flexing-nya, karena peserta tidak perlu menjadi juara untuk mendapatkan medali dan tidak dituntut bersaing ketat dengan peserta lain. Siapa saja yang mencapai finish bisa membawa pulang medali,” tambahnya.

Meski demikian, Dr. Pringgo optimis bahwa fenomena ini tidak sekadar menjadi tren sesaat. Daya tahan tren lari diprediksi akan berlangsung lama karena para penggiatnya mulai merasakan dampak positif secara langsung, baik dari segi kesehatan fisik maupun perluasan jejaring sosial (circle).

Dengan kombinasi biaya penyelenggaraan yang terjangkau bagi instansi serta tingginya partisipasi masyarakat yang mengejar manfaat kesehatan dan interaksi sosial, iven lari kini menjadi instrumen paling efektif bagi lembaga pemerintahan maupun swasta dalam membangun citra publik sekaligus menggerakkan gaya hidup sehat.

Berita Selanjutnya Muhammadiyah Kalteng Sediakan 5 Layanan Gratis Rumah Singgah Oksigen, Ini Sebarannya
›

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *