Dakoga TV › Pariwisata › Berita
Pariwisata

Dampak Pernyataan Anggota DPD Bali: Jasa Rental Mobil Alami Pembatalan, Sektor Perhotelan Masih Stabil

Ulun Danu Beratan Temple is a famous landmark located on the western side of the Beratan Lake, Bali, Indonesia.

DENPASAR, DAKOGA TV — Pernyataan kontroversial anggota DPD RI asal Bali beberapa waktu lalu mulai menunjukkan dampak psikologis bagi sebagian pelaku industri pariwisata di Pulau Dewata. Sektor penyedia jasa transportasi rental mobil menjadi salah satu yang paling merasakan penurunan permintaan akibat adanya beberapa pembatalan perjalanan (cancellation).

Ketua Umum Rental Car Indonesia (RCI) Bali, Ocky, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan terasa cukup berat bagi para pengusaha rental. Menurutnya, pembatalan tidak hanya datang dari instansi pemerintah, tetapi juga dari rombongan wisatawan umum.

“Parah bang, banyak perjalanan kena cancel. Semua bang, pada beralih ke Yogya sama Surabaya,” ujar Ocky saat dihubungi Dakoga TV, Selasa (13/10/2026).

Ia menambahkan, pembatalan perjalanan ini dirasakan merata oleh para pengusaha rental mobil di Bali yang sebagian besar mengandalkan pasar wisatawan domestik. Imbas polemik tersebut membuat sejumlah wisatawan memilih memindahkan rute liburan mereka ke wilayah Pulau Jawa.

Berbeda dengan sektor transportasi darat, industri perhotelan di Bali tampaknya belum merasakan dampak signifikan dari kontroversi tersebut.

Director of Sales (DOS) Harris Hotel & Residences Riverview Kuta Bali, Wenda, menyatakan bahwa tingkat keterisian kamar (occupancy) hingga saat ini masih berjalan normal tanpa adanya lonjakan pembatalan yang berarti.

“Sejauh ini belum ada pengaruhnya. Okupansi hotel masih normal-normal saja,” ungkap Wenda.

Ia bahkan mengaku tidak mengetahui mengenai isu polemik yang dipicu oleh pernyataan anggota DPD tersebut. Wenda juga menegaskan bahwa dalam operasionalnya, pihak hotel tidak pernah membeda-bedakan pelayanan antara wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Pihak kami tidak ada membedakan antara turis asing dan lokal, semua mendapatkan pelayanan yang sama,” tegasnya.

Perbedaan kondisi antara sektor transportasi dan perhotelan ini menunjukkan dinamika pergerakan wisatawan yang beragam di Bali pasca-munculnya kontroversi tersebut.

Berita Terkait

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *