Palangka Raya, Dakoga TV — Sebanyak 4.686 titik panas (hotspot) dan 88 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terpantau di wilayah Kalimantan Tengah hingga pertengahan Oktober 2026. Kondisi ini memicu munculnya kabut asap tebal yang menurunkan kualitas udara, memperpendek jarak pandang, serta meningkatkan kerawanan penyakit ISPA bagi warga terdampak.
Ketua Pos Komando dan Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Inayati Muharini, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan serta memperkuat aksi penanganan di lapangan guna merespons dampak buruk karhutla dan kekeringan yang kian meluas.
“Melihat kondisi di lapangan yang masih membutuhkan penanganan intensif, Poskor Muhammadiyah Kalimantan Tengah terus berupaya mengoptimalkan pelayanan kemanusiaan. Kami tidak hanya memfokuskan aksi pada pemadaman dan pendinginan area terdampak, tetapi juga memastikan perlindungan kesehatan masyarakat melalui penyediaan Rumah Singgah Oksigen, pembagian masker, serta distribusi logistik, air bersih, dan layanan kesehatan gratis di wilayah-wilayah prioritas,” ujar Inayati.
Data Sebaran Titik Panas dan Kejadian Karhutla
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla Tahun 2026 melalui Keputusan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 100.3.3.1/230/2026.
Berdasarkan data terkini, berikut sebaran hotspot dan kejadian Karhutla di wilayah terdampak utama:
- Pulang Pisau: 912 hotspot (3 kejadian)
- Kapuas: 832 hotspot (17 kejadian)
- Katingan: 716 hotspot (5 kejadian)
- Kotawaringin Timur: 581 hotspot (25 kejadian)
- Seruyan: 536 hotspot (9 kejadian)
- Palangka Raya: 423 hotspot (1 kejadian)
- Kotawaringin Barat: 321 hotspot (7 kejadian)
Prioritas Pendampingan dan Layanan Kemanusiaan
Untuk menanggulangi dampak bencana ini, Poskor Muhammadiyah mengarahkan pendampingan khusus pada wilayah yang mengalami dampak kabut asap terparah serta krisis air bersih, seperti Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Katingan, Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, Kapuas, Murung Raya, dan Barito Selatan.
“Beberapa program respons utama yang dijalankan di lapangan meliputi penyiraman dan pemadaman titik api untuk mencegah kebakaran meluas, penyediaan ruangan steril ber-AC/oksigen bagi warga terdampak kabut asap untuk beristirahat dan mendapatkan udara segar hingga pembagian masker, oxycan, bahan makanan/vitamin, bantuan air bersih, serta pemeriksaan medis gratis bagi masyarakat umum dan relawan,” pungkasnya.

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.