Padang, Dakoga TV — Pemandangan unik dan membanggakan terjadi di Kota Padang, Sumatera Barat. Seorang perempuan berkebangsaan Inggris, Ellie Hanna, resmi dipersunting oleh Bill Cowderoy, pemuda blasteran Minang-Inggris, Ahad (04/10/2026) lalu.
Meski telah puluhan tahun meninggalkan tanah kelahiran, pihak keluarga memilih menggelar resepsi pernikahan megah dengan mengusung adat istiadat Minangkabau setelah melaksanakan pernikahan di Inggris beberapa waktu lalu.
Di balik kemeriahan acara yang diwarnai pertunjukan tari piring tradisional tersebut, tersimpan cerita kekeluargaan yang erat. Menurut paman sekaligus mamak marapulai (pengantin pria), Januardi, ibunda marapulai yaitu Rita Lidya Cowderoy yang merupakan sepupu kandungnya, telah merantau dan tinggal di Inggris selama 28 tahun setelah menikah dengan seorang pria berkebangsaan Inggris.
Meski sudah hampir tiga dekade menetap di Inggris, Rita yang berasal dari Pariaman, sangat cinta terhadap kampung halamannya. Ia secara khusus menginginkan agar putra pertamanya menggelar pesta pernikahan di Padang dengan tata cara adat Minangkabau demi memperkenalkan dan memperkuat akar budaya leluhur bagi anak-anaknya.
Pihak keluarga menyambut hangat dan mendukung penuh keinginan tersebut. Januardi selaku mamak marapulai mengungkapkan rasa syukur dan harapannya bagi pasangan pengantin baru ini.
“Jadi pertama tentunya kita ingin terima kasih kepada yang menghadiri upacara ini. Mereka sudah melaksanakan pernikahan dan pada hari ini. Dan kita dari keluarga tentu sangat berharap mereka dalam mengarungi rumah tangga dapat melakukan rumah tangganya dengan sebaik mungkin. Ya, damai-damai dan dapat membahagiakan seluruh belah pihak. Seterusnya kami sebagai keluarga juga berharap hubungan itu bukan hanya laki-laki dan perempuan tetapi juga keluarga,” ujar Januardi saat menyampaikan pernyataan mewakili pihak keluarga.
Sementara orang tua laki-laki marapulai tidak bisa hadir karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.
Resepsi pernikahan lintas negara dan budaya ini menjadi bukti bahwa jarak, waktu, dan puluhan tahun di perantauan tidak sedikitpun melunturkan kecintaan terhadap tradisi dan budaya Minangkabau.

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.