Padang, Dakoga TV- Tingkat hunian atau okupansi hotel di Kota Padang mengalami peningkatan. Kondisi tersebut ikut mendorong kenaikan harga hotel di Padang, terutama untuk hotel bintang tiga.
Salah satu travel agent di Sumatera Barat, PT Dakoga Tour International, menyebut kenaikan harga hotel saat ini memang terjadi. Namun, harga yang ditawarkan PT Dakoga Tour International masih cukup bersaing dengan kompetitor, termasuk online travel agent (OTA).
Public Relations PT Dakoga Tour International, Nurul Haq Adita, mengatakan kenaikan harga paling terasa pada hotel bintang tiga.
“Biasanya contract rate untuk hotel bintang tiga itu di kisaran Rp 450 ribu sampai Rp 550 ribu. Sekarang sudah ada yang Rp 600 ribu lebih,” kata Adita, Selasa (15/09/2026).
Menurutnya, kondisi berbeda terlihat pada hotel bintang empat yang relatif masih stabil dari sisi harga. Kendati demikian, calon tamu yang melakukan pemesanan mendekati hari kedatangan akan lebih sulit mendapatkan kamar dengan tipe terendah.
“Kalau bintang empat relatif stabil. Tetapi kalau booking-nya dekat-dekat hari, biasanya sulit mendapatkan kamar tipe terendah,” ujarnya.
Kenaikan okupansi juga dirasakan sejumlah hotel di Kota Padang.
Rusdi, Sales Hotel Kawana, salah satu hotel bintang tiga di Padang, membenarkan adanya lonjakan jumlah tamu pada bulan ini.
“Memang bulan ini ada lonjakan tamu,” kata Rusdi.
Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di hotel bintang empat. Director of Sales (DOS) Mercure Hotel Padang, Frama Yuda, mengatakan kamar tipe Superior sebagai tipe terendah kerap habis terjual, khususnya pada akhir pekan.
“Untuk weekend, kamar tipe Superior sudah habis terjual. Yang tersedia hanya tipe kamar yang lebih tinggi,” ujar Frama.
Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya permintaan kamar hotel di Kota Padang. Bagi wisatawan maupun tamu perjalanan bisnis, pemesanan lebih awal menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan harga dan tipe kamar yang sesuai.

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.