Sawahlunto, Dakoga TV — Sebanyak sembilan kepala desa dari Kota Sawahlunto mengikuti Workshop Pemetaan Potensi Nagari Wisata/Desa Wisata yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada 16-17 September 2026 tersebut merupakan bagian dari Seminar Nasional Pariwisata 2026 dengan tema “Strategi Penguatan Kapasitas Pemangku Kepentingan dalam Menggerakkan Potensi Desa Wisata/Nagari Wisata di Provinsi Sumatera Barat.”
Workshop digelar di Convention Hall Prof. Dr. H. Syafi’i Maarif, MA, Kampus I Padang, UM Sumatera Barat.
Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kota Sawahlunto, Jeri Rizal, yang juga Kepala Desa Salak, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah desa untuk memperkuat pemahaman mengenai pemetaan dan pengembangan potensi wisata di desa masing-masing.
“Pemetaan potensi desa wisata penting dilakukan agar berbagai potensi yang dimiliki masing-masing desa dapat diketahui, dikembangkan dan dikelola secara lebih terarah dengan melibatkan masyarakat setempat,” jelasnya, Jumat (18/09/2026).
Sembilan kepala desa yang hadir yakni Rudi Guslianto dari Desa Tumpuk Tangah, M. E. Yusuf dari Desa Rantih, Ferdinal dari Desa Silungkang Oso, Sri Adianto dari Desa Santur, Chairunnas dari Desa Lumindai, Rendi Setiawan dari Desa Sijantang Koto, Yuriswan dari Desa Muaro Kalaban, Jeri Rizal dari Desa Salak, serta Arben dari Desa Taratak Bancah.
Selain para kepala desa, sejumlah pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari Sawahlunto juga turut mengikuti kegiatan.
Pemetaan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam menggali potensi wisata, mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, kuliner hingga ekonomi kreatif.

Belum ada komentar
Jadilah yang pertama menanggapi berita ini.